ARTIKEL BAHASA ARAB
ISIM MUDZAKKAR DAN
ISIM MUANNAST
Makalah
Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah bahasa Arab
Dosen
Pengampu : Nur Saidah
Di
susun oleh :
Nama :
Nur Amntillah
NIM :
15410036
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TRABIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
LATAR BELAKANG
Sebagaimana dalam Al- qur’an dijelaskan bahwa manusia itu
diciptakan berbeda- beda. Dab dari perbedaan inilah manusia bisa saling
mengenal. Dalam bahasa arabpun ada beberapa pembagian jenis isim, yaitu dari
segi jenis ada isim mudzakkar dan isim muannast. Isim mudzakkar
untuk laki-laki dan isim muannast untuk perempuan. Disini penulis akan menjelas
maksud kedua isim tersebut secara lebih rinci. Isim mudzakkar dan isim muannast
itu banyak memiliki perbedaan dari segi struktur penggunaan dan segi bentuknya,
dan bisa dibilang memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Selain itu, isim
ini juga merupakan dasar dari penggunaan kaidah bahasa arab selanjutnya dan
apabila tidak dipelajari akan mempengaruhi tatau bisa dikatakan tidak bisa berlanjut ketahap berikutnya
contohnya dalam penggunaan kata tunjuk maupun isim isyarah
penggunaan antara keduanya itu berbeda-beda. Dalam jenis isim Mudzakkar
dan muannast ini di bagi kedalam beberapa jenis lagi, yaitu ada isim
mudzakkar haqiqi dan majazi, dan isim muannast ada muannast
lafdzi, lafdzi dan maknawi dsb.
Pembagian isim
berdasarkan jenisnya :
a.
Isim Mudzakkar
Isim mudzakkar adalah isim
yang menunjukkan jenis laki-laki.
Contoh : عمر، محمّد،مسعود
Isim mudzakkar dibagi kedalam
dua jenis isim mudzakkar hakiki dan mudzakkar majazi .
apabila dari sisi lafadz (tulisan dan bacaan )
tidak ditandai oleh salah satu dari tanda muannast, yaitu ta’ marbuthah (ة) ,ى,
ا , sementara dari segi makna menunjuk pada mankan
laki-laki.[1]
Contoh : عبد للّه،ا حمد، أب
isim yang tidak
di tandai oleh salah satu tanda Muannast, tetpi dari segi mkana tidak menunjuk
pada pada makna muannast atau mudzakkar[2].
Contoh : قلم،كتا ب،فصل
b.
Isim Muannast
Isim Muannast adalah isim yang
menunjukkan jenis perempuan[3]. Dan
pengertian muannast di sini mencangkup pengertian Haqiqi (dalam arti
yang sesungguhnya), dalam arti mempunyai alat kelamin perempuan, dan pengertian
mazazi (bukan dalam arti yang sesungguhnya)[4].
isim yang secara lafadz menunjuk jenis kelamin
perempuan, tetapi secara maknawi mempunyai arti yang menunjukkan jenis kelamin
laki-laki. Atau yang bermakna tidak mudzakkar dan tidak muannast[5].
Contoh :
Yang menunjuk pada makna Mudzakkar : حمز ة،هر ير ة،
ثعلبة
Yang tidak menunjuk pada makna mudzakkar dan
muannast :علقة، مضغة
نطفة،
Isim yang tidak ditandai dengan tanda muannast,
tetapi menunjuk pada makna muannast, yang termasuk dalam makna ini adalah :
a)
Nama perempuan yang tidak di akhiri oleh ء،ا،ة،ى seperti سلم، هند
b) Anggota tubuh
yang berpasangan, misalnya ر جل،عين
c)
Nama Wilayah (desa, suku, kota, provinsi,
negara, pulau, benua, dsb) misalnya بيما،جا كرة،
d) Kata-kata
khusus yang menunjuk makna muannast atau yang berkaitan dengan muannats,
misalnya أم،ا
خت،حا مل
e)
Kata-kata tertentu selain tiga kategori di atas
misalnya : بئر شمس،سو ق،حر ب،سبيل dan sebagainya. Jumah kata yang seperti ini
tidak begitu banyak. Salah satu cara untuk mengetahui isim ( kata benda) tertentu sebagai muannast adalah dengan cara
melihat kata ganti (dhomir) yang merujuk kepadanya, atau dari sisi kata kerja
(fi’il), apakah kata kerja tersebut menggunkan huruf ta’ diawal (fi’il mudlari)
atau di akhirr (fi’il madli).
Misalnya :
Jamak
taksir untuk benda mati juga dipandang sebagai muannast, misalnya :أ قلا م، كتب،بيو ت jika di sifati maka akan tampak sebagai berikut
[6]:
ا
لبئر ما ء ها نقي
تطلع ا لشمس
طلعت الشمس
kata-kata yang ditandai dengan tanda muannast
dan menunjuk kepada makna muannast, misalnya أ ستا ذ ة، مسلمة،طبيبة،فا طمة[7]
isim yang menunjukkan muannast, tetapi bermakna
kiasan. Maksudnya isim tersebut tidak terjangkau (sangat besar ) misalnya : شمس،قمر[8]
DAFTAR PUSTAKA
Pamungkas, Imam. 2014.Gampang dan praktus
berbicara bahasa arab secara otodidak . jakarta: Pustaka Makmur .
Huda, Nurul.
2011. Mudah belajar bahasa arab. Jakarta: Amzah
Sukamto, d.k.k.
2005. Bahasa arab. Pokja akademik UIN Sunan Kalijaga
Arsyad, Azhar. 2008. Dasar-dasr penguasaan
bahasa arab. Yogyakarta : Pusaka pelajar
[1] Sukamto
d.k.k, Bahasa Arab , (Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga: 2005), hal.17
[2] Ibid.
[3]
Imam Pamungkas, Gampang dan Praktis berbicara Bahasa Arab secara Otodidak
(Jakarta : Pustaka Makmur, 2014), Hal. 6
[4] Sukamto,
op, cit, hal. 18
[5] Imam Pamungkas, Gampang dan Praktis
berbicara Bahasa Arab secara Otodidak (Jakarta : Pustaka Makmur, 2014),
Hal. 8
[6] Sukamto
d.k.k, Bahasa Arab , (Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga: 2005), hal. 18-
19
[7] Ibid,
hal. 19
[8]
Imam Pamungkas, Gampang dan Praktis berbicara Bahasa Arab secara Otodidak
(Jakarta : Pustaka Makmur, 2014), Hal. 9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar